Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2009

MUSHROOM GOES TO SCHOOL

Baru-baru ini ada yang menanyakan kepada saya usaha apa yang kira-kira cocok buat pelajar. Dalam benak saya hal tersebut bisa dibagi menjadi 2 kategori, pertama yang pelaksanaannya secara bersama-sama dengan teman sekolah yang juga menggunakan / memanfaatkan fasilitas yang ada disekolah dan kedua dilaksanakan sendiri atau dalam kelompok kecil tanpa melibatkan sekolah.
Saya akan membahas yang pertama saja dimana dalam pelaksanaannya juga melibatkan pihak sekolah, karena kebetulan saya sedang menawarkan usaha ini di Sekolah Dasar yang ada di Jakarta.

Sebelumnya saya coba menghubungi pihak sekolah dan saya sampaikan apa yang menjadi ide saya tersebut. Pada dasarnya pihak sekolah menyambut baik ide saya tersebut.
Dan yang menjadi ide saya yang telah saya bicarakan dengan pihak sekolah adalah sebagai berikut :
Bahwa selama ini pelajaran di Sekolah Dasar lebih banyak belajar didalam kelas, jika ada pelajaran yang dilaksanakan diluar kelas adalah mata pelajaran Olah Raga. Mungkin ada juga praktek-praktek yang berhubungan dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang dilaksanakan diluar sekolah. Tetapi tetap saja porsinya tidak banyak.

Dalam hal ini saya coba menawarkan kegiatan Budidaya Jamur kepada pihak sekolah yang dalam pelaksanaannya akan melibatkan murid-murid.
Budidaya jamur ini bukanlah kegiatan pembenihan, ........ tetapi adalah pembesaran jamur sampai bisa dinikmati hasilnya.
Perawatannyapun mudah, setelah jamur ditempatkan pada area yang tidak terkena sinar matahari langsung, penyemprotan dengan sprayer dilakukan secara berkala yaitu pagi hari, siang dan menjelang sore. Anak-anak pun pasti senang jika diajari cara merawat dan membesarkan jamur tersebut.

Banyak hal yang akan didapat murid-murid dalam hal ini, seperti menumbuhkan kecintaan pada lingkungan, pembelajaran budidaya jamur yang tidak didapat disekolah, pendisiplinan dan kesabaran diri dalam merawat jamur, menumbuhkan rasa tanggungjawab dan kebersamaan dengan sesama rekan satu kelas/sekolah.

Hasilnya jika masih dalam skala kecil bisa dinikmati bersama. Orang tua bisa mendapatkan hasilnya dan memasaknya dirumah, sehingga sianak pun bisa menikmati hasil olahan dari jamur tersebut.
Tidak menutup kemungkinan, jika usaha budidaya jamur di Sekolah ini dilakukan dengan skala yang lebih besar, hasilnya bisa dipasarkan. Uang hasil penjualan bisa dinikmati oleh pihak Sekolah dan murid.

Budidaya jamur ini tidak membutuhkan biaya yang besar,hanya pada awalnya saja harus menyediakan tempat yang agak tertutup agar tidak terkena sinar matahari langsung sehingga kelembaban dapat terus dijaga.

Sampai saat ini saya masih menunggu jawaban lebih lanjut dari pihak sekolah, mudah-mudahan dapat segera terealisir.
Kedepannya saya berharap kegiatan positif ini dapat dikembangkan disekolah-sekolah lainnya, namun karena terkendala transportasi saat ini kami berencana hanya akan berkonsentrasi pada sekolah-sekolah yang ada diwilayah Jabodetabek dahulu.
Baca selengkapnya...

Minggu, 03 Mei 2009

MUSHROOM, YOUR SAVIOUR IN THE FOREST

Nobody want to be lost in the forest. But, it could be happen to everyone who does the activity in the forest. Bad weather hampering your vision so you might loss direction, run out of your prog and even you have with you a map, GPS, compass and complete with communication equipment., the undesirable thing still may happen.
Survive is a must when you meet that bad situation, so .. surviving knowledges should be well known before. One of them is the knowledge about wild plants that safe and suitable to be eaten.

10% of the species of blooming plants in the world, around 25.000 species can be found in Indonesia. The amount is excluding flowerless plants and mushroom.
All those plants consist of toxic and non toxic ones.
But, how we can know which one is toxic and non toxic ?,, to distinguish them there are some guidances.
1. Non toxic when part of the plants, leaves, fruit, flower, root used to be eaten by animal. On the contrary back, plant which is acridity that can make you dizzy, never be touched by animal, sticky plants, are recommended to be avoided.
2. Plants that have glaring color, furbearing leaves and rough surface should be avoided too.

Don't be affraid, because you cand find non toxic plants that possible to be eaten like family of palm trees such as oil palm tree, sago palm tree, sugar palm tree, fan palm tree. Not just it's fruits but also the white rising top branch of palms are possible to be eaten.

What about mushroom ?
We have 38.000 species of mushrooms spreading all over the world, unfortunately the number of the toxic ones is bigger compared to non toxic ones.
To distinguish between them, watch their color, shape and the place their grow.
When the color of the mushroom's cap is dark and having glaring color, except for ear mushroom that can be eaten eventhough the cap is dark. Not just the color, the acridity of the mushroom (it contents of sulfide acid) also indicates that it is toxic.
The toxic mushroom usually grew in the dirty area, such as at the animal feces.
The color is alterable when it brings to the boil. It leaves blue color when it is chipped with a knife or scratched at a silver tools.
The blue color indicates it contents of sulfide.

The features of the posoned are dizzy, stomache (pit of the stomach, sick headache, bloodless, faint.

Before eating, they should be cooked first to minimize bad impact like diarchea and allergy. So what can someone do when suddenly poisoned after trying eating wild plants ?
Try to vomiting and drink coconut water quickly.
Baca selengkapnya...

Rabu, 22 April 2009

KEINDAHAN JAMUR YANG BISA BERCAHAYA

Setiap musim hujan tiba, sejenis jamur berwarna hijau, yang bisa bercahaya dalam kegelapan mulai bertumbuhan didaerah Wakayama.
Jamur yang istilah latinnya “Mycena lux-coeli” dan dalam istilah lokal di Wakayama disebut “Shii no tomobishi-dake” atau dikenal juga sebagai “Jamur bercahaya Chinquapin”, karena jamur ini bertumbuhan dari bagian-bagian pohon “Chinquapin” yang tumbang. Chinquapin sendiri adalah nama sejenis pohon yang hidup didaerah utara, terdapat selain di Jepang juga dibeberapa negara bagian di Amerika Serikat.
Pada saat jamur tumbuh, sebuah reaksi kimia yang menyertakan “Luciferin” (sejenis pigmen yang dikandung jamur tersebut hingga bisa memancarkan cahaya) terjadi, sehingga jamur-jamur tersebut bisa bercahaya kehijau-hijauan.

Jamur yang bisa bercahaya tersebut sudah lama dipercaya berasal dari Pulau Hachijojima setelah pertama kali ditemukan disana pada awal tahun 50-an.

Pada tahun 1995, ahli-ahli jamur menemukan jamur-jamur liar yang bisa bercahaya dikawasan pantai disebelah selatan Semenanjung Kii, juga di Kyushu dan beberapa area lainnya.

Jamur-jamur tersebut bisa tumbuh dengan suburnya dilingkungan yang lembab dan merekah selama musim hujan. Musim hujan biasanya berakhir pada sekitar antara akhir bulan Mei sampai Juli.
Tudung jamur dapat tumbuh hingga berukuran diameter 2 cm (+ 1 inch).
Tetapi karena jamur-jamur tersebut mudah mengering, begitu musim hujan berhenti kemampuan hidupnya hanya bisa bertahan beberapa hari saja.

Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Jawa Barat juga bisa ditemui jamur sejenis. Ukuran tudungnya kurang lebih sama 2 cm, dan berwarna putih pada siang hari.
Tetapi begitu malam tiba, dilingkungan yang gelap gulita nampak bermunculan spot-spot berwarna hijau berpendar-pendar yang ternyata adalah koloni jamur tersebut.
Sayangnya jamur-jamur seperti ini tidak ada yang bisa tumbuh didaerah panas, kalau ada asyik juga kalau dibiakkan disekitar rumah.


disadur dari : mainichi shimbun
.




Baca selengkapnya...

Jumat, 20 Februari 2009

AA GYM & YUSUF MANSYUR pun TERKAGUM-KAGUM dg. METODE HANIFIDA

Empat anak dari Jombang, Jawa Timur, mampu menghafal Alquran 30 juz dan pelajaran sekolah dengan metode Hanifida. Hal itu membuat ustad Aa Gym dan Yusuf Mansyur terkagum-kagum saat menyaksikan. "Luar biasa sekali!" komentar mereka. Kejeniusan Ahmad Azmi Amiq (12), Rofi'ul Majid (14), Kamila Niami Permatasari (5,5), dan Putri Fitriani (9) mendorong Ustad Yusuf Mansyur ini untuk mengundang mereka.
Produser film Kun Fa Yakun meminta empat anak ini untuk menularkan kepiawaian mereka menghafal Asmaul Husna, Alquran 30 juz dan artinya serta pelajaran lainnya kepada para santrinya di Sekolah Daarul Quran Internasional (SDQI), Jalan Ketapang, Cipondoh, Banten. "Kita menginap di sana sejak 11 hingga 18 Februari untuk mengajarkan metode Hanifida. Alhamdulillah pada 18 Februari malam, Aa Gym juga menyaksikan praktek menghafal ini," ujar manajer Hanifida, Pito Sujatmiko, Jumat (20-2). Apa komentarnya? "Luar biasa sekali," ujar Pito menirukan ucapan Aa Gym dan Yusuf Mansyur. "Beliau mendukung dan beri apresiasi dan sosialisasi," katanya. Empat anak ini juga laris diundang oleh ibu-ibu pengajian. Pito menegaskan tidak memasang tarif untuk menyosialisasikan metode menghafal cepat mutakhir ini. "Seikhlasnya, minimal untuk transportasi dan akomodasi. Ada 4 buku paket yang harus dibeli seharga Rp 120 ribu," ujar Pito. Pito mengatakan, empat anak itu akan beraksi lagi di Jakarta pada 16 Maret 2009. "Rencananya pada 28 dan 29 Maret, kita akan diundang lagi oleh Ustad Yusuf Mansyur yang kelima kalinya," kata dia. Ke depan, lanjut Pito, metode Hanifida menghafal Alquran dan aplikasi pelajaran sekolah dikembangkan melalui DVD dan VCD. "Metode ini punya kuda-kuda dan jurusnya, tidak monoton, enjoy dan tidak perlu mengernyitkan dada," promosi Pito. (dikutip dari Lampung Post tgl. 20 Feb.2009)
Baca selengkapnya...

Followers

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Blog Archive

Want To Buy A Book ?


Masukkan Code ini K1-8B8848-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

BLOG IDE USAHA ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO