Selasa, 10 Maret 2009

PENDANAAN BAGI PENGUSAHA KECIL

Tetap fokus membiayai pedagang kecil dengan sistem syariah, KSPS Tamzis berhasil melebarkan sayapnya ke berbagai kota di Jawa Tengah, DIY dan DKI. Sukatna Panca M

Hal yang besar awalnya dari kecil. Bagi sebagian besar orang, kata-kata itu hanya sebatas jargon. Tetapi, bagi Ketua Yayasan Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS) Tamzis, Saat Suharto, kata-kata itu benar adanya. “Sesuatu yang besar berawal dari hal yang kecil. Sesuatu yang complicated berawal dari hal yang sederhana,” tegas Saat.

KSPS Tamzis awal berdirinya hanya dengan modal Rp5 juta. Tetapi kini, asetnya sudah mendekati Rp50 miliar, outstanding pembiayaan Rp38 miliar dan sudah memiliki 22 cabang. Dalam waktu dekat akan membuka cabang lagi di Pusat Grosir Cililtan (PGC) sehingga semuanya berjumlah 23 cabang.

Bahkan embrionya, sebelum berbentuk koperasi, KSPS Tamzis hanyalah kelompok arisan para pedagang. Saat Suharto, melihat arisan ini dilakukan oleh para pedagang keturunan. Siapa yang mendapat arisan kemudian digunakan untuk modal usaha. “Ta’awun (tolong menolong) mereka sangat bagus. KSPS Tamzis pun juga berasal dari kelompok arisan,” tutur Saat.

Sejak pertama kali berdiri, Tamzis sudah menetapkan dirinya sebagai koperasi simpan pinjam syariah atau baitul tamwil Tamzis. KSPS yang mulai melebarkan sayap ke kota metropolitan Jakarta ini berdiri sebagai badan hokum pada tahun 1994, di Jalan Muntang Wonosobo. Fokus pembiayaan KSPS Tamzis dari awal sampai sekarang adalah para pedagang kecil, yang sering disebut sebagai pengusaha mikro.

“Dulu kan kita sering mendengar Pegel (pengusaha golongan ekonomi lemah). Dari namanya sudah membuat kita pegel. Mereka menjadi sasaran para lintah darat karena belum bankable. Ini hampir terjadi di semua pasar tradisional di Indonesia era-80-an,” ucap Saat.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi lahirnya KSPS Tamzis, dengan produk pertamanya arisan umum. Kemudian berkembang dengan memberikan pembiayaan kepada para pedagang. “Setiap pedagang yang meminjam biasanya memberikan kelebihan ketika mengembalikan pinjamannya. Bukan kita yang menentukan, tetapi mereka sendiri. Hasilnya justru sangat besar,” tutur Saat.

Namun setelah pasar di Wonosobo terbakar, dan perbankan mulai masuk, para pedagang mulai melek perbankan. Dan KSPS mengaplikasikan beberapa akad syariah dari 12 akad yang ada. “Kalau produk pembiayaan tanpa biaya pinjaman sekarang menjadi program CSR (company social responsibility) yang diberi nama Tamadun,” terang Saat.

Untuk CSR ini, KSPS Tamzis memberikan pinjaman kepada fuqara wal masakin yang baru akan membangun usaha.Setelah usaha mereka sukses baru berhubungan dengan produk komersial dari KSPS Tamzis.

Untuk produk tabungan KSPS Tamzis memiliki produk wadiah dan mudharabah. Wadiah merupakan titipan dan mudharabah merupakan tabungan bagi hasil, yang hasilnya sesuai dengan kinerja dari usaha yang dibiayai. Sedangkan untuk pembiayaan KSPS Tamzis memiliki beberapa produk di antaranya mudharabah, musyakarah dan murabahah. Produk pembiayaan KSPS selama ini didesain by product bukan by akad. Artinya, produk itu sudah ada dan nasabah tinggal memlih salah satu produk yang sesuai dengan usaha. Kalau by akad berarti pihak KSPS melihat usaha yang akan dibiayai baru dibuat jenis pembiayaannya.
Kini KSPS Tamzis buan hanya eksis di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, melainkan sudah membuka cabang di Jakarta. Di Warung Buncit, KSPS Tamzis memiliki kantor pusat non-operasional, sementara kantor pusat operasionalnya tetap dikendalikan dari Jalan Muntang Wonosobo.

Menurut Saat, kondisi pasar-pasar di Jakarta persis seperti kondisi pasar di Wonosobo di era 90-an, pada saat Tamzis mulai eksis di lembaga keuangan mikro. Artinya, peluang KSPS Tamzis untuk berkembang pesat di Jakarta sangat tinggi.
Bahkan dalam waktu dekat ini KSPS Tamzis berencana untuk membuka cabang di PGC. Meskipun kantor cabang di PGC belum resmi dibuka namun outstanding pembiayaan di pusat grosir tersebut sudah mencapai sekitar Rp700 juta. "Melihat peluang yang sangat bagus ini kami sedang dalam proses untuk membuka cabang di PGC," ujar Saat.

Mungkin pilihan KSPS Tamzis di PGC sangat tepat karena di tempat ada lebih dari 2000 pedagang atau tenant, sedangkan jumlahnya dari tahun ke tahun terus berkembang.
Saat Suharto mmengatakan pihaknya memang fokus untuk memberikan pembiayaan kepada para pedagang mikro. Oleh karena itu KSPS tetap fokus untuk menggarap pasar-pasar tradisional. Sedangkan PGC, di mata Saat, adalah sebuah pasar tradisional yang dikemas modern, dengan jumlah transaksi miliaran rupiah per hari. "Ini pasar yang sangat luar biasa," imbuhnya.

Pembiayaan yang diberikan KSPS Tamzis, menurut Saat, sangat kompetitif. Memang sepintas kalau dibandingkan dengan perbankan umum biaya pinjaman KSPS Tamzis terlihat mahal. Namun sebenarnya tidak. Karena, meski beberapa bank memiliki produk untuk pengusaha mikro, namun pada prakteknya produk ini sulit sekali ditemukan. Perbankan umum biasanya membidik pedagang-pedagang yang bankable. "Kalau di jenis pembiayaan ini kami masih kompetitif. Misalnya dibandingkan dengan produk Kredit Tanpa Agunan (KTA)biaya pinjaman kami masih lebih bagus. Padahal risiko kami lebih besar," kata Saat.

Menurut Saat, KSPS Tamzis mengalami pertumbuhan 80% per tahun. Meski sudah berkembang pesat tetapi KSPS Tamzis tetap konsisten untuk memberikan pinjaman kepada para pedagang kecil dengan rata-rata plafon pinjaman Rp5 juta. Dari outstanding pinjaman yang ada 80% hingga 85% untuk para pedagang sedangkan sisanya untuk sektor pertanian dan industri.
Menurut Saat pasar di segmen UMKM masih sangat terbuka luas. Bahkan kalau banyak pemain yang masuk ke segmen ini, Saat mengaku senang. Karena jumlah pengusaha mikro, kecil dan menengah yang mendapatkan akses pembiayaan masih sangat besar. "Dalam kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) naik seperti ini pengusaha UMKM menjadi tumpuan dari ekonomi nasional," sebutnya.

Namun sebagian besar dari mereka memiliki akar masalah yang hampir sama, yakni kurangnya permodalan. Tentu saja kehadiran KSPS Tamzis dan lembaga-lembaga keuangan mikro lainnya akan menjadi mitra yang bisa menyelesaikan persoalan permodalan.

Untuk mendapatkan informasi seputar produk KSPS Tamzis, silahkan hubungi :
1. KSPS Tamzis, Pusat Grosir Cililitan (PGC) Lt. 2, Cililitan - Jakarta Timur.
Telepon : 021-30015306.
2. KSPS Tamzis, Jl. Warung Buncit Raya No. 405, Jakarta Selatan.
Telepon : 021-79198411.

(dikutip : dari beberapa sumber)



4 Comentários:

My Blog Commercial mengatakan...

Infonya sangat membantu sobat buat saya, thank's ya sekalian salam kenal

aryadi mengatakan...

salam kenal kembali

Anonim mengatakan...

***PELUANG USAHA AROMANIS***
bahan yang digunakan adalah lah gula pasir dengan perbandingan 1 kg gula mampu menghasilkan 30 – 40 kantung harum manis besar dengan harga jual Rp.5000/kantung.
modal untuk 1 kg gula
1 kg gula Rp. 8.800,- ( harga sewaktu-waktu bisa berubah)
gas elfiji Rp.2000.- ( cuma sedikit)
plastik Rp. 5.000,-
jadi jumlah modal untuk membuat gulali dari 1 kg gula adalah Rp. 15.800,-
1 kg gula = 35 kantung ( kita ambil tengahnya saja)
dengan harga jual Rp. 5.000,-/kantung
25 X 5.000 = Rp. 125.000,-
jadi ,

125.000 - 15.800 = Rp. 109 .0200,-
maka keuntungan yang akan diperoleh dari 1kg gula
adalah Rp. 109.200,-
sumber: http://mesinaromanis.blogspot.com/

zalinah aruf mengatakan...


SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, TANPA PERLU RITUAL, WIRIDAN, PUASA DLL. Anda tak perlu ragu harus tertipu dan dikejar hutang lagi, Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan, Atas bantuan pak ustad Insyaallah dengan bantuan dana hibah ghaibnya, semua masalah Ekonomi dan hutang saya terselesaikan dengan cepat. untuk konsultasi tata caranya silahkan >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<< karna nmr hp pak ustad tdak bisa di publikasikan sembarangan. terima kasih...

Posting Komentar

Followers

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Blog Archive

Want To Buy A Book ?


Masukkan Code ini K1-8B8848-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

BLOG IDE USAHA ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO